1. Selamat datang di BreederIndonesia.Com - Forum Online Komunitas Breeder Seluruh Indonesia. Silahkan mendaftar untuk berbagi dan bertanya seputar hewan peliharaan, ternak dan lain-lain. Terima Kasih
    Dismiss Notice

Penyebab Ikan Koi Mati Mendadak

Discussion in 'Ikan Koi' started by Vivaldi, Feb 1, 2019.

  1. Vivaldi

    Vivaldi New Member

    Halo para breeder...

    Masih bertahan ingin memelihara ikan koi? Belum menyerah kan?
    Banyak yang bertanya mengapa ikan koi sering tiba-tiba mati. Padahal baru saja beli atau padahal pas beli baik-baik saja.

    Disini saya sedikit berbagi pengalaman ya... silahkan dikoreksi jika ada kesalahan.

    Dari pengalaman dan akhirnya tersisa yang hidup dengan perbandingan 1 hidup : 3 mati, maka saya coba menarik pelajaran dari berbagai hal tentang penyebab kematian koi, di antaranya:

    1. Koi sudah sakit sejak dibeli

    Saya sering lupa dan keasyikan memilih koi yang pola warnanya bagus.

    Namun, seringkali faktor kesehatan koi diabaikan! Itulah awal mula bencana dan kesia-saiaan sebetulnya.

    Sebab koi yang sakit sangat sulit diobati, yang ujung-ujungnya sebagus apa pun koi yang dibeli, sehari-dua hari di kolam akhirnya mati!

    Dari koi sakit yang paling sulit diatasi adalah akibat virus dengan gejala mata agak cekung, gerakan cepat tak tentu arah, dan sekujur badan memerah dan akhirnya melepuh seperti disiram air panas.

    Koi sakit seperti itu, yang pernah saya beli, semuanya berujung kematian!

    Catat, koi seperti itu tak selalu tanda-tandanya tampak semua di awal, tapi setidaknya bisa dilihat satu dua tanda.

    Disusul dengan borok pada sirip dan insang, terutama sirip dada yang pecah-pecah dan merah.

    Borok yang sudah menghabiskan banyak tulang sirip dan insang yang luas sulit diatasi.

    Kecuali yang masih sedikit, dengan olesan PK saja, asal ikannya tidak komplikasi dengan penyakit lain dan tetap lahap makan, biasanya berangsur-angsur pulih.

    Begitu juga borok pada badan biasanya akan mudah sembuh asal sedikit dan tidak dalam.

    Di samping koi yang sakit terlihat dari ciri-ciri fisik, ada pula dari cara koi bergerak.

    Koi yang sudah sakit biasanya akan bergerak pelan saat diambil, cenderung megap-megap, dan gerakannya lemas, mengapung ke atas, atau nungging di tengah kolam.

    Walaupun badannya utuh, koi seperti itu jangan dibeli, karena sulit beradaptasi dan mudah mati.

    2. Kualitas air buruk

    Koi umumnya tidak tahan dengan air baru, baik air hujan, apalagi air tanah yang baru dipompa.

    Tak heran, pedagang langsung menutup lapak kolam koi dengan terpal saat hujan tiba.

    Sedangkan bila kita memberi langsung air pompa langsung dari krannya, jangankan koi, ikan apa pun biasanya akan mengalami stress dan mati mendadak.

    Untuk mengatasi hal tersebut, hobiis koi sebaiknya mempunyai kolam transit yang ternaungi dari air hujan,
    sebelum koi digabung dengan koi yang sudah adaptasi dengan kolam taman yang terkena hujan.

    Air yang ada dalam kolam transit itu pun harus sudah disirkulasi beberapa hari.

    Memakai filter lebih baik, tapi jangan memakai zeolit atau arang dahulu, karena koi baru biasanya perlu perawatan yang menggunakan garam atau obat-obatan, sehingga tak perlu ada bahan penetralisasi di filter, yang akan membuat pengobatan sia-sia, bahkan memperburuk kulitas air karena adanya reaksi kimia dengan obat atau garam.

    Koi juga tak tahan air yang teralu banyak amoniak.

    Bisa karena kolam terlalu padat, pemberian makanan terlalu banyak, atau filter yang sudah terlalu menumpuk bahan organik sisa pakan, daun-daunan, dan bangkai.

    Sebaiknya semuanya dicek dan diatur sehingga ikan tetap nyaman.

    Bila ikan baru masuk tak nyaman dan mojok, bisa jadi karena air kolam terlalu banyak amoniak yang membuatnya sakit atau kekurangan oksigen.

    3. Kadar oksigen dalam air kurang

    Sirkulasi yang sesuai dengan jumlah ikan, ukuran ikan, dan luas kolam perlu diperhatikan, karena koi sangat perlu oksigen yang banyak.

    Pancuran air juga sebaiknya gemerincik dan agak tinggi agar air dapat menyerap oksigen lebih baik.

    Pemakaian airator juga perlu untuk menambah kadar oksigen dalam kolam.

    Kadar oksigen akan berkurang bila ikan terlalu banyak, banyak sisa pakan, daun-daunan, atau bahkan bangkai di dalam kolam.

    Oleh karena itu kenali ikan yang dimasukan ke kolam, bila ada yang hilang kemungkinan bisa saja sudah jadi bangkai dan membuat kolam jadi kurang oksigen.

    Apalagi kolam ada di taman, perawatan dari daun-daunan yang jatuh harus dilakukan tiap hari.

    Agar tak repot memang sebaiknya menanam tanaman yang daunnya tak mudah jatuh ke kolam.

    Hobiis yang kurang sabaran biasanya keasyikan memberi makan terus.

    Padahal, sisa pakan yang kebanyakan akan membuat oksigen berkurang, karena dipakai untuk menguraikan kotoran ikan.

    Bila hal ini terus di lakukan, ikan akan mudah terserang penyakit, dari mulai jamur, borok, sampai mati mendadak.

    4. Kolam yang tak layak

    Kolam yang tak layak bukan berarti kolam yang murah.

    Bisa jadi kolamnya mahal tapi kurang memperhitungkan faktor-faktor alam dan teknis lainnya, yang membuat kualitas air dan kadar oksigen selalu baik bagi ikan.

    Sebagai contoh, kolam yang dibuat di tengah halaman yang sangat panas terik biasanya mudah berlumut dan akhirnya airnya hijau.

    Perlu filter yang mahal dan anti lumut agar air tetap bening. Kalau tidak, siap-siap koi mati, karena kekurangan oksigen.

    Pembuatan kolam sebaiknya di antara ruangan, misalnya halaman belakang, atau halaman tengah rumah, atau teras rumah yang tidak terlalu lama (kurang dari 1 jam) tersinari matahari.

    Tapi kalau ada dana dan sanggup membuat sistem filter yang bagus, kolam di tengah taman pun tidak masalah.

    Pengecualian pula, bila kolam memang diari oleh sumber mata air, kolam di halaman tak begitu bermasalah, asal air yang datang terjamin kualitasnya.

    Kolam yang semua sisinya terlalu dalam (lebih dari 50 cm) juga beresiko saat padam listrik.

    Sebaiknya ada bagian kolam yang dangkal agar saat mati listrik ikan koi dapat mengambil nafas di sisi kolam yang dangkal.

    Bila tidak, ikan akan cepat lemas, karena harus mengeluarkan tenaga mempertahankan diri di kolam yang dalam sambil mengambil napas di permukaan.

    Tak jarang, bila mati listiknya lama, ikan akan mati karena kehabisan oksigen.

    Kesimpulan

    Demikian pengalaman saya tentang penyebab koi yang mati.

    Saat tulisan ini dibuat pun, ikan koi saya ada yang mati, karena ikan itu baru dibeli seminggu lalu dan di tumpuk dalam satu kolam transit yang padat.

    Kebetulan kolam di halaman belakang beberapa hari diperbaiki.

    Ketika saya coba selamatkan ke kolam yang airnya sudah sehari semalam disirkulasi pun, akhirnya koi itu mati juga.

    Mungkin sakitnya sudah parah, entahlah, dari ciri-ciri fisiknya relatif utuh dan tidak ada hal-hal mengerikan.

    Tapi, seperti yang sering saya alami, dengan begitu saja koi mati. ( src Silahkan mendaftar untuk menuju tautan )
     
Loading...
Similar Threads Forum Date
Mengapa Kucing Muntah-Muntah? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya Kucing Feb 2, 2018
Mengapa Ikan Koi Mahal? Ikan Koi Feb 1, 2019
Perawatan Kolam Ikan Koi Ikan Koi Feb 1, 2019
5 Tips memberi Makan Ikan Koi Ikan Koi May 2, 2018
Step by Step Pemula Memelihara Ikan Koi Ikan Koi Apr 29, 2018

Share This Page